wisata-kawah-ijen-blue-fire
Kawah Ijen
March 8, 2017
Show all
Bromo View from Pananjakan

Gunung Bromo memang menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan. Tak hanya wisatawan domestik, wisatawan mancanegara pun banyak yang berdatangan ke obyek wisata ini.

Gunung yang masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ini menawarkan berbagai obyek wisata seperti Puncak Pananjakan, Kawah Bromo, Pasir Berbisik, Padang Savana (Bukit Teletubbies) dll.

Umumnya, wisatawan yang berkunjung ke Bromo selalu menantikan datangnya matahari terbit atau sunrise. Apalagi jika cuaca cerah, pastinya menyenangkan melihat matahari terbit dari ufuk timur dengan cahaya kemerah-merahan yang indah. Bagi para pecinta fotografi, tentunya sangat disayangkan jika tak membawa kamera saat berwisata ke Bromo. Karena momen sunrise yang indah patut untuk diabadikan dalam jepretan kamera.

Selain melihat sunrise dari Pananjakan, melihat kepulan asap langsung di puncak Gunung Bromo juga sangat menarik. Para wisatawan bisa memulai perjalanan menuju kawah Bromo dari lautan pasir. Pengunjung bisa menaiki kuda atau pun jalan kaki.

Jika ingin naik kuda, di sana sudah tersedia kuda-kuda milik suku Tengger dengan harga sewa yang cukup terjangkau. Nantinya pengunjung akan dibawa sampai ke gerbang persis di bawah anak tangga Bromo. Dan saat Anda turun, pemilik kuda juga akan membawa kembali ke lautan pasir di mana Anda berangkat tadi.

Namun, bagi Anda yang hobi berpetualang dan mendaki gunung, tentu bisa memilih berjalan kaki. Pastikan fisik Anda sedang prima dan sehat, karena perjalanan melewati jalur bebatuan dan tanah pasir, apalagi jika musim hujan tanah pasirnya becek.

Perjalanan ke kawah Bromo yang berjarak sekitar 2 km dari lautan pasir sedikit melelahkan. Meski bebatuan dan pasir menjadi pemandangan dominan, ada beberapa spot area yang bisa dijadikan foto-foto. Misalnya hamparan padang bunga atau landscape kaki Gunung Batok yang berpadu dengan lereng batu. Ada juga lempengan tanah yang terbentuk akibat letusan gunung.

Untuk menuju kawah kita harus menaiki sejumlah 250 anak tangga. Saat sudah sampai di puncak, kita bisa melihat kepulan asap belerang yang keluar dari kawah gunung. Wisatawan harus ekstra hati-hati saat melangkah karena pembatas kawah tidak terlalu tinggi dan jalur untuk pejalan yang sempit sedangkan di sebelahnya terdapat lereng yang curam.

Jika melihat pemandangan kawah Bromo memang hanya berupa kepulan asap tebal. Namun di atas kita bisa melihat area luas sepeti lautan pasir, pura poten, anak tangga dan jalur pendakian yang baru dilewati.

Setelah melihat kawah Bromo dan turun kembali ke lautan pasir, wisatawan bisa berkunjung ke pasir berbisik dan padang savana atau bukit Teletubbies. Rasakan alunan pasir yang seakan berbisik pada Anda bersama hembusan angin pegunungan yang sejuk.

Kemudian, wisatawan juga bisa menuju ke padang savana yang berada di selatan area pasir berbisik. Padang savana ini juga sering dikenal dengan sebutan Bukit Teletubbies. Karena terdapat padang rumput yang dikelilingi tebing-tebing menjulang tinggi dan beberapa gunung kecil yang biasa ada di film Teletubbies.

Sangat disayangkan jika berwisata ke Gunung Bromo tanpa menikmati keindahan Savana Gunung Bromo dengan udara pagi yang sejuk sehingga tepat sekali bagi Anda yang jenuh di perkotaan dan aktivitas yang padat, akan merasakan kenyamanan di tempat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 3 =