Bromo View from Pananjakan
Wisata Gunung Bromo
January 8, 2017
sempu-segara-anakan
Sempu, Surga Tersembunyi di Selatan Malang
May 10, 2017
Show all
wisata-kawah-ijen-blue-fire

Kawah Ijen merupakan salah satu gunung berapi aktif yang berada di tiga daerah di Propinsi Jawa Timur yaitu Kabupaten Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi. Gunung yang berada di ketinggian 2.443 mdpl ini berada dalam rangkaian Pegunungan Ijen yang memiliki luas 134 km persegi bersama Gunung Raung dan Gunung Merapi.

Kawah Ijen mulai terkenal setelah kedatangan dua wisatawan dari Perancis bernama Nicolas Hulot dan istrinya, Katia Kraft, pada tahun 1971. Kemudian mereka menuliskan kisah perjalanannya di majalah Geo, Perancis.

Keindahan panorama Ijen dan aktifitas kehidupan para penambang belerang tradisional di sana menjadi daya tarik utama wisatawan dan fotografer mancanegara. Oleh karena itu, objek wisata ini sering dijadikan destinasi favorit bagi wisatawan terutama bagi mereka yang sering berpetualan dan mendaki gunung.

Penambang Belerang Kawah Ijen

Penambang Belerang di Area Kawah Ijen

Di tengah kawah Ijen terdapat danau berwarna kehijauan yang mampu menampung air hujan hingga 200 meter kubik. Danau tersebut dikelilingi oleh belerang hidup yang terus terbentuk meski sudah puluhan tahun ditambang.

Saat semburan belerang mencapai puncaknya, yaitu pada tengah hari, sebagian danau akan tertutup kabut kuning yang memiliki kandungan asam klorida dan asam sulfat yang berbahaya bagi kesehatan. Namun hal tersebut bukanlah masalah bagi para penambang. Dengan mengenakan sepatu karet hingga selutut, kaos panjang, dan kain penutup wajah, para penambang belerang terus bekerja sejak matahari terbit hingga menjelang petang. Hal inilah yang menjadi daya tarik bagi wisatawan dari mancanegara maupun domestik untuk mengunjungi Kawah Ijen. Karena di samping menikmati keindahan alam, wisatawan ingin melihat langsung para penambang belerang yang mendapatkan penghasilan dari hasil tambang.

Untuk menuju wisata Kawah Ijen bisa ditempuh melalui jalur Besuki-Bondowoso-Sempol-Paltuding(pos  sebelum pucak)-Kawah Ijen.

Jika wisatawan berangkat melalui Bondowoso maka perjalanan akan menjumpai area perkebunan kopi yang terkenal dengan jenis kopi Arabica-nya. Kopi tersebut sangat digemari oleh wisatawan mancanegara. Tak hanya perkebunan kopi, terdapat juga penginapan yaitu Wisma Arabica dan wisatawan bisa bermalam di sini sebelum menuju kawah.

Pada pagi hari, sekitar pukul 04.00 WIB, wisatawan harus menuju pos Paltuding untuk selanjutnya tracking atau jalan kaki menuju Kawah Ijen. Perjalanan membutuhkan waktu sekitar ±2 jam. Para wisatawan akan sering berjumpa dan berbarengan dengan penambang belerang selama perjalanan. Sesampainya di puncak Anda akan disuguhkan oleh pemandangan danau yang berwarna  hijau dan area tambang belerang. Kelelahan Anda selama perjalanan menuju Kawah Ijen akan terbayar ketika sampai di puncak dan menikmati keindahan landscape Kawah Ijen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 + 19 =